7 Jenis Kain Tradisional Afrika

Beberapa produksi batik dan tekstil yang sangat menarik berasal dari Afrika. Seringkali, mereka unik di benua, dalam asal dan pemrosesan. Pertimbangkan hal berikut:

1. Kain Kente

Kain Kente adalah tekstil tenunan tangan yang berasal dari Afrika barat. Terkadang, benang emas ditenun menjadi kain. Karena hiasan seperti itu, serta kerja keras tangan yang terampil terlibat, kain kente cukup mahal dan telah meningkat menjadi simbol status.

Banyak orang di Afrika barat berinvestasi pada pakaian dari kain kente untuk dikenakan pada acara-acara khusus.

2. Tie-and-Dye

Tie-and-Dye mengacu pada proses textiling, yang berasal dari Afrika barat, di mana kapas atau kain lainnya diikat dengan pola tie-and-dye. Awalnya, pewarna nila digunakan, tetapi warna sekarang telah beragam. Kain yang diikat dan diwarnai kemudian dapat dirancang dan disesuaikan sesuka hati.

3. Kitenge

Kitenge mengacu pada kain cetak, seringkali kapas, atau serat campuran. Warna khas untuk kitenge adalah hijau tua atau tua, ungu, oranye, biru tua, coklat dan hijau muda. Kitenge dalam warna pastel jarang ada saat ini. Kain kitenge dapat didesain dan disesuaikan sesuka hati.

4. Batik

Batik mengacu pada kain yang diberi lilin. Kapas, atau tekstil lainnya, diproses dengan pola lilin. Lilin tersebut memberikan kilau khusus pada kain batik, dan menambah bobot. Kain batik sebaiknya tidak terlalu sering dicuci dengan air, agar lapisan lilin tidak terkikis. Karena proses waxing memakan waktu dan rumit, batik seringkali mahal – kain yang akan dikenakan pada acara-acara khusus.

5. Kain Kulit

Kain kulit adalah tekstil yang berasal dari Uganda selatan, dari kulit pohon khusus. Pohon itu dikupas dari kulit kayunya, yang kulit kayunya kemudian ditumbuk menjadi massa yang seragam, untuk itu pakaian dibuat.

Karena jarang, kain kulit kayu disediakan untuk keluarga kerajaan di Uganda selatan. Kain kulit kayu dulunya berwarna coklat, tetapi sekarang dapat diwarnai dengan warna putih. Kain kulit kini digunakan untuk membuat banyak barang suvenir bagi wisatawan yang mengunjungi Uganda.

6. Kulit Hewan

Kulit binatang digunakan sebagai kain di banyak bagian Afrika. Suku Maasai, misalnya, masih memakai kulit hewan kesayangan yang dirawat, seperti banteng atau sapi, sebagai kain pinggang atau mantel untuk acara-acara khusus.

Bangsawan Acoli di Uganda utara mengenakan kulit macan tutul atau singa untuk acara-acara khusus, seperti yang dilakukan banyak kelompok etnis Afrika lainnya. Praktik ini tidak dianjurkan untuk melindungi satwa liar.

7. Katun Ethiopia

Kain katun tenun putih ringan berasal dari Ethiopia. Menenun tepi warna-warni pada kain putih adalah hal yang umum. Kain tersebut disesuaikan dengan keinginan. Ini sangat ideal untuk iklim panas, dan sering dipakai untuk acara-acara perayaan.

Busana Afrika secara tradisional panjang dan longgar, ideal untuk bergerak dalam cuaca panas. Kain yang disebutkan di atas ideal untuk busana Afrika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *